Berita dan Artikel

Publikasi/Berita

Optimalkan Kualitas Hidup Pasien, Jurusan Keperawatan Poltekkes Mamuju Gelar Kuliah Pakar Integrasi Palliative Care pada Ibu dan Anak dengan HIV/AIDS

Foto 1
Foto 2
Foto 3
Foto 4
Foto 5

MAMUJU – Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju menyelenggarakan Kuliah Pakar bertajuk "Palliative Care Integration in the Continuum of Care for Mother and Children with HIV/AIDS". Kegiatan ini menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam mendampingi kelompok rentan, khususnya ibu dan anak yang hidup dengan HIV/AIDS (ADHA).

Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrida ini menghadirkan akademisi dan praktisi keperawatan paliatif untuk membekali mahasiswa serta dosen dengan strategi perawatan jangka panjang yang berfokus pada kualitas hidup pasien.

Paliatif Bukan Sekadar Perawatan Akhir Hayat

Dalam sesi utama, narasumber menekankan bahwa palliative care seringkali disalahpahami hanya sebagai perawatan menjelang ajal. Padahal, dalam konteks HIV/AIDS, integrasi perawatan paliatif harus dimulai sejak diagnosis ditegakkan.

"Integrasi paliatif dalam continuum of care berarti kita memberikan dukungan fisik, psikologis, sosial, hingga spiritual secara berkesinambungan. Untuk ibu dan anak, tantangannya lebih besar karena adanya stigma sosial dan kebutuhan tumbuh kembang anak yang harus tetap terjaga di tengah pengobatan ARV," jelas pakar dalam paparannya.

Fokus pada Ibu dan Anak

Kuliah pakar ini secara spesifik membahas bagaimana perawat dapat berperan dalam:

Manajemen Gejala dan Nyeri: Memastikan kenyamanan fisik pasien dalam menjalani pengobatan kronis.

Dukungan Psikososial: Membantu ibu mengatasi rasa bersalah atau depresi, serta mendukung anak dalam memahami kondisinya secara bertahap (disclosure).

Pendampingan Keluarga: Melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung utama untuk memastikan kepatuhan pengobatan dan keberlangsungan hidup yang layak.

Menyiapkan Perawat yang Empatis dan Kompeten

Ketua Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju dalam sambutannya menyatakan bahwa tema ini sangat relevan dengan tantangan kesehatan saat ini di Sulawesi Barat. Mahasiswa keperawatan diharapkan tidak hanya mahir secara teknis medis, tetapi juga memiliki empati tinggi dalam memberikan asuhan keperawatan paliatif.

"Lulusan kita harus mampu menjadi jembatan bagi pasien HIV/AIDS agar mereka tetap memiliki harapan dan martabat. Integrasi layanan paliatif ke dalam layanan kesehatan primer adalah kunci masa depan perawatan yang manusiawi," ungkapnya.

Melalui kuliah pakar ini, diharapkan tercipta pemahaman baru bahwa keberhasilan penanganan HIV/AIDS tidak hanya diukur dari angka kesembuhan secara klinis, tetapi juga dari seberapa baik kualitas hidup yang dirasakan oleh ibu dan anak selama masa perawatan.

Informasi Ringkas Kegiatan:

Tema: Palliative Care Integration in the Continuum of Care for Mother and Children with HIV/AIDS.

Penyelenggara: Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju.

Poin Utama: Perawatan holistik, dukungan psikososial, dan peningkatan kualitas hidup pasien HIV/AIDS.

Share this Post: