Berita dan Artikel

Publikasi/Berita

Praktik Klinik Keperawatan Medikal Bedah (KMB) di RSUD H. Tadjuddin Chalid Makassar Tahun 2026

Foto 1
Foto 2
Foto 3
Foto 4

Program Studi D-III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju melaksanakan Praktik Klinik Keperawatan Medikal Bedah (KMB) di RSUD H. Tadjuddin Chalid Makassar sebagai bagian dari proses pembelajaran klinik yang bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam memberikan asuhan keperawatan profesional pada pasien dengan berbagai gangguan sistem tubuh. Kegiatan praktik klinik ini dilaksanakan mulai tanggal 3 Agustus sampai 3 Oktober 2026, dengan masa praktik efektif selama 5 minggu, yang terbagi dalam beberapa stase pelayanan keperawatan sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.

Praktik klinik Keperawatan Medikal Bedah merupakan tahapan penting dalam pendidikan keperawatan karena menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang telah diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan. Melalui pengalaman klinik yang komprehensif, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan klinis, komunikasi terapeutik, serta profesionalisme dalam memberikan pelayanan keperawatan yang aman, efektif, dan berpusat pada pasien.

Selama pelaksanaan praktik klinik, mahasiswa ditempatkan pada beberapa unit pelayanan strategis di RSUD H. Tadjuddin Chalid Makassar, yaitu Ruang Hemodialisis (HD), Intensive Care Unit (ICU), Ruang Lily 4B, Ruang Melati, dan Kamar Operasi (OK). Penempatan pada berbagai unit tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman yang beragam dalam menangani pasien dengan kondisi akut, kronis, kritis, maupun pasien yang memerlukan tindakan pembedahan.

Pada Ruang Hemodialisis (HD), mahasiswa mempelajari penatalaksanaan pasien dengan penyakit ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis. Mahasiswa berkesempatan mengamati dan memahami proses dialisis, persiapan pasien sebelum tindakan, pemantauan kondisi pasien selama prosedur berlangsung, serta evaluasi pascatindakan. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari berbagai komplikasi yang dapat terjadi selama hemodialisis serta peran perawat dalam melakukan pemantauan dan intervensi yang tepat.

Di Intensive Care Unit (ICU), mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam merawat pasien dengan kondisi kritis yang membutuhkan pemantauan ketat dan tindakan keperawatan intensif. Mahasiswa belajar mengenali perubahan kondisi fisiologis pasien secara cepat, melakukan pemantauan tanda-tanda vital secara berkelanjutan, memahami penggunaan berbagai alat monitoring, serta berkolaborasi dengan tim kesehatan dalam memberikan pelayanan yang optimal. Pengalaman di ICU menjadi sarana penting untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pengambilan keputusan klinis dan manajemen pasien dengan kondisi gawat.

Pada Ruang Lily 4B dan Ruang Melati, mahasiswa memberikan asuhan keperawatan kepada pasien dengan berbagai kasus medikal dan bedah. Berbagai kondisi yang ditemui meliputi gangguan sistem kardiovaskular, respirasi, gastrointestinal, neurologi, endokrin, muskuloskeletal, hingga kasus pascaoperasi. Mahasiswa melakukan pengkajian komprehensif, menetapkan diagnosis keperawatan, menyusun rencana tindakan, melaksanakan intervensi keperawatan, dan melakukan evaluasi terhadap hasil yang dicapai. Aktivitas tersebut dilakukan dengan bimbingan preseptor klinik dan dosen pembimbing sehingga mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan dalam menerapkan proses keperawatan secara sistematis dan ilmiah.

Sementara itu, pada Kamar Operasi (OK), mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai pelayanan keperawatan perioperatif yang meliputi fase preoperatif, intraoperatif, dan postoperatif. Mahasiswa mempelajari prinsip sterilitas, persiapan pasien sebelum operasi, peran perawat sirkuler dan instrumen, serta pemantauan kondisi pasien selama tindakan pembedahan berlangsung. Pengalaman ini memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai manajemen pasien bedah serta pentingnya keselamatan pasien dalam setiap tahapan prosedur operasi.

Selain meningkatkan keterampilan klinik, mahasiswa juga diwajibkan menyusun Asuhan Keperawatan Medikal Bedah berdasarkan kasus yang ditemukan selama praktik. Penyusunan asuhan keperawatan dilakukan melalui proses pengkajian menyeluruh, analisis data, penetapan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi berbasis eviden, implementasi tindakan, serta evaluasi hasil keperawatan. Kegiatan ini bertujuan melatih mahasiswa dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan berpikir kritis untuk menyelesaikan masalah kesehatan pasien secara profesional.

Berbagai keterampilan keperawatan yang diasah selama praktik klinik meliputi pengukuran tanda-tanda vital, pemasangan dan perawatan infus, pemberian obat sesuai prosedur, perawatan luka, pengelolaan oksigenasi, pemantauan keseimbangan cairan, pengambilan spesimen, edukasi kesehatan, dokumentasi keperawatan, hingga komunikasi terapeutik dengan pasien dan keluarga. Keterampilan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja dan memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas.

Pelaksanaan praktik klinik ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan sikap profesional, etika keperawatan, kemampuan bekerja sama dalam tim interprofesional, serta meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap keselamatan pasien. Melalui interaksi langsung dengan pasien, keluarga, perawat klinik, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga yang tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik tetapi juga membentuk karakter sebagai calon perawat profesional.

Program Studi D-III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada manajemen, perawat, serta seluruh tenaga kesehatan di RSUD H. Tadjuddin Chalid Makassar atas dukungan dan kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa selama pelaksanaan praktik klinik. Kerja sama yang baik antara institusi pendidikan dan lahan praktik diharapkan terus terjalin dalam rangka menghasilkan lulusan keperawatan yang kompeten, profesional, beretika, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Melalui praktik klinik Keperawatan Medikal Bedah ini, mahasiswa diharapkan mampu mencapai kompetensi yang telah ditetapkan, meningkatkan keterampilan klinik secara berkelanjutan, serta menjadi calon perawat yang siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks di masa mendatang.

Sumber: Syafruddin Ali Salaka - Dosen Poltekkes Kemenkes Mamuju